Beranda » Reportase » Tasyakuran Ultah ke-1 ISFI dan Bedah Islamia di IIUM

Tasyakuran Ultah ke-1 ISFI dan Bedah Islamia di IIUM

This slideshow requires JavaScript.

Memperingati tasyakuran peringatan kelahiran Islamic Studies Forum for Indonesia(ISFI) baru-baru ini di International Islamic University Malaysia (IIUM), Sabtu (03/11/2012), peneliti INSISTS Dr. Syamsuddin Arif dalam sambutannya menyitir sebuah syi’ir dari Imam Syafi’i.

“Laysa bi insanin wa ‘aalimin, man laa ya’i at-taarikha fi shodrihi , wa man daro akhbaaro man qoblahu adhoofa a‘maaron ila ‘umrihi.” (Bukanlah insan dan bukan juga alim orang yang jahil sejarah. Dan barangsiapa yang mengetahui sejarah orang-orang terdahulu , maka ia telah menambahkan umur-umur mereka kepada umurnya).

Pada acara tasyakuran yang juga dimeriahkan dengan kegiatan “Bedah Jurnal Islamia volume ke-7”, lulusan pondok pesantren Darussalam Gontor Ponorogo yang kini menjadi pengajar di Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS-Universiti Teknologi Malaysia), menyatakan bahwa setiap cabang ilmu itu ada sejarahnya, dan menekankan pentingnya belajar sejarah. Menegaskan kembali pernyataan salah satu pembicara, beliau juga menyatakan perlunya umat Islam mengambil peran dalam sejarah.

Pada kesempatan tersebut, ia, yang juga penasehat ISFI menyatakan di depan para pembedah dan peserta bahwa ISFI mempunyai kepedulian terhadap persoalan bangsa. ISFI bersifat terbuka bagi siapa saja, lintas daerah dan suku, lintas organisasi sosial kemasyarakatan, serta lintas organisasi sosial politik.

Sebelum pidato sambutan, para peserta yang merupakan mahasiswa/i Indonesia dan Malaysia yang belajar di IIUM, Universiti Malaya (UM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) disuguhi dengan penyampaian materi oleh tiga orang pembicara, dan selanjutnya mereka menikmati sesi tanya jawab yang menarik.

Pada acara tersebut panitia menghadirkan tiga pembedah. Dua pembicara pertama dosen USIM asal Indonesia, yakni Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Malki Ahmad Nasir dan pembedah ketiga, Alwi Alatas yang kini menempuh program doktoral bidang sejarah di IIUM.

Dalam acara bedah Islamia tersebut terungkap sebuah usulan yang bisa menjadi salah satu cara agar Islam bisa kembali menjadi sejarah dan peradaban penting di Nusantara pada masa-masa yang akan datang, demikian usul Alwi Alatas.

Menurutnya, ada dua hal penting yang mesti dilakukan oleh kaum Muslim Nusantara Pertama, mereka harus menjadi bagian penting dari sejarah dengan cara memainkan peran-peran penting peradaban di tengah masyarakat. Dan kedua, mereka perlu menjadi bagian penting dari penulisan sejarah.dengan cara berperan dalam penelitian sejarah, atau paling tidak menjadi saksi atas sejarah pada jaman hidupnya lalu menuliskannya

“Islamia itu kontroversial bagi orang liberal. Islamia membuat orang liberal kelabakan,” ungkap Wahyu Ichsan selaku ketua panita dalam sambutan pembukaannya.

Wahyu, yang lulusan jurusan filsafat UIN Jakarta ini sempat menceritakan sikap keheranan seorang mantan dosennya di UIN Jakarta yang juga dosen pengampu mata kuliah hermeneutika. Mantan dosennya yang pernah belajar langsung pada tokoh liberal, Nasr Abu Zayd itu mengaku heran kenapa masih ada mahasiswa filsafat yang menjadikan peneliti INSISTS sebagai rujukan.

“Sebaliknya, kita juga patut heran kenapa ada penuntut ilmu dan cendekiawan Muslim yang bergelut dengan ilmu-ilmu agama justru merujuk kepada pemikiran Nasr Abu Zayd dan orang-orang liberal lainnya. Naudzu billah,” katanya.

Akhirnya dengan peringatan ulang tahun ini, semua berharap agar ISFI yang para anggotanya lintas disiplin ilmu ini mampu melanjutkan estafet perjuangan para peneliti dan cendekiawan Muslim Indonesia untuk tetap lurus, serta mampu memainkan peran penting dalam sejarah dan peradaban Islam Nusantara.*/ Abdullah al-Mustofa

 

About these ads

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Terpopuler

%d bloggers like this: