ISFI online

Beranda » Hikmah » Bayar Harganya!

Bayar Harganya!

Ada sebuah pepatah Arab yang sering kita dengar, ‘Man jadda wajada’. Siapa yang bersungguh-sungguh melakukan sesuatu dia akan mendapatkannya. Artinya siapa yang mengnginkan sesuatu dan membayar ‘harganya’ dengan sebuah usaha kerja keras, kerja cerdas dan doa, insya Allah dia akan mendapatkannya. Ini adalah sebuah hukum alam atau sunnatullah.

Sean Covey dalam bukunya The 7 Habits of Higly Effective Teens menjelaskan tentang hal ini dengan sebuah kisah yang sarat makna. Konon ada seorang pemuda yang datang kepada Sokrates dan berkata, “saya ingin mengetahui segala yang bapak ketahui”.

“Kalau memang begitu keinginanmu”, kata Sokrates, “Ayo ikut aku ke sungai”.

Dengan penuh rasa ingin tahu, sang pemuda mengikuti Sokrates ke sebuah sungai. Ketika mereka sedang duduk di tepi sungai, tiba-tiba Sokrates berkata “coba lihat baik-baik sungai ini. Apa yang engkau lihat?”.

“Saya tidak melihat apa-apa”, kata sang pemuda.

“Lihatlah lebih dekat lagi”, kata Sokrates.

Ketika pemuda itu mencodongkan dirinya ke arah sungai, tiba-tiba Sokrates membenamkan kepala pemuda itu ke dalam air sungai. Pemuda itu meronta-ronta, namun cengkeraman Sokrates yang kuat membuat kepalanya tetap terendam. Ketika pemuda itu sudah tidak tahan lagi, barulah Sokrates menariknya dan membaringkannya di tepi sungai.

Sambil terbatuk-batuk dengan napas tersenggal, pemuda itu mengomel, “Bapak sudah gila ya? Mau membunuh saya ya?”

“Ketika kepalamu terbenam tadi, apa yang paling kamu inginkan?” tanya Sokrates.

“Ya mau bernapas-lah!” sentak sang pemuda.

“Jangan pernah keliru menganggap hikmat itu udah datang, anak muda”, kata Sokrates. “Kalau kamu memang sungguh ingin belajar seperti kamu ingin bernapas barusan, baru cari saya lagi ya”.

Ketika Siti Hajar menginginkan air untuk anaknya, Ismail, beliau tidak tidak berpangku tangan ataupun menyerah dengan keadaan alam yang tidak memungninkan. Siti Hajar ‘membayar harganya’ berlari dari bukit shafa ke bukit marwa berkali-kali. Tidak hanya berusaha mendapatkan air dengan berlari bolak-balik dari kedua bukit tersebut, tetapi beliau juga menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, Sang penentu segala sesuatu. Peristiwa ini yang di kemudian hari dijadikan ritual ibadah haji. Kita bisa belajar dari peristiwa tersebut.

Intinya jelas. Tidak ada yang mudah dalam hidup ini. Semua ada harganya. Jadi kalau menginginkan sesuatu, bayar dulu harganya. Selanjutnya serahkan sepenuhnya kepada Allah yang menentukan hasilnya. Dengan demikian, kita bergerak sesuai dengan sunnatullah, sebuah gerakan yang sejalan dengan gerakan alam semesta. [Kun Kaizen]

 


Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Terpopuler

%d blogger menyukai ini: