ISFI online

Beranda » Kajian » Antara Mitos dan Fakta Tentang Pengislaman Kawasan Sunda

Antara Mitos dan Fakta Tentang Pengislaman Kawasan Sunda

Oleh: Dr. Malki Ahmad Nasir

1. Cerita Kaen Santang mengejar Prabu Siliwangi sampai ke Gunung Sancan/Gunung Sagara Garut sebenarnya berasal dari cerita Prabu Kretawarman (561-628 M) Maharaja Tarumanagara generasi VIII yang memiliki Keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada, yang bernama putri Setiawati tingggal dekat hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan pesisir pantai selatan Garut, bernama Ki Parangdami dipanggil Rakeyan. Karena Raja itu mandul maka diberikan ke adiknya yang bernama Prabu Sudarwaman, termasuk kisah juga dalam kisah pemberian pedang Baginda Nabi Muhammad saw atau pedang dari pemberian Baginda Ali ra yang dihadiahkan kepada Rakeyan-untuk membantu menegakkan syariah Islam- karena membantu menaklukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta dalam membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) mendapatkan bantuan –konon- dari seorang tokoh asal Asia Timur Jauh. Petilasan yang bertalian dengan Kean Santang berada di Godong Garut berupa makam, gunung Nagara berupa bekas pertahanan dan di Cilauteureun.

2. Cerita Kean Santang bertemu Sayyidina Ali sebenarnya adalah ia bertemu dan berguru dari guru ibunya sendiri Nyi subang Larang, sebagaimana anak-anaknya Nyi Subang Larang, seperti Pengeran Walangsungsang dan adiknya Nyi Mas Lara Lantang yang berguru kepada ibunya. Atau juga, anak dari Prabu Kertawarman yang bernama Ki Parangdami dipanggil Rakeyan yang pada masa itu pergi ke Jazirah Arab dan bertemu Sayyidina Ali ra.

3. Nyi Subang Larang vs Nyi Roro Kidul. Figur Nyi Roro Kidul ini khususnya di kalangan masyarakat Sunda pesisir lau Sukabumi, Garut Selatan, Pengandaran Banjar, termasuk juga di kalangan para pejabat dan masyrakat Indonesia pada umumnya, padahal kewujudannya adalah mitos. tetapi namanya lebih dikenal ketimbang nama Nyi Mas Subang larang, seorang muslimah, pendidik, ibu dari tiga anak penyampai/mubalig Islam di kawasan Pasundaan.

4. Dalam wangsit Prabu Siliwangi disebutkan kata-kata ‘budak ingon’. Pertanyaanya apakah betul wangsit itu dari Prabu Siliwangi karena pada zaman tersebut kerajaan Pajajaran sedang berada di puncaknya, sebab isi dari wangsit Prabu Siliwangi ini menceritakan seolah-olah kerajaanya akan runtuh sehingga ia harus meninggalkan/ngahyang. Kenapa dalam wangsit itu ia menyebut ‘budak ingon’ yang artinya anak pengembala? Apakah wangsit ini semacam petunjuk kepada masyarakatnya supaya rakyat sunda masuk islam? Sehingga ada kaitan antara “Sunda adalah Islam, Islam adalah Sunda”.

5. Seolah-olah bahwa kelanjutan dari kerajaan Pajajaran-Sunda selesai sampai kerajaan tersebut hilang/runtuh. Lalu apakah kerajaan Pajajaran-Sunda merupakan keberlanjutan dari atau dengan bertukar nama menjadi Kerajaan Kesultanan Banten Islam dan Cirebon Islam?

Supaya mendapatkan signifikasinya, ada beberapa hujjah yang bisa dijadikan penopang.

Pertama, pemberian kekuasaan /surat lantikan yang diberi oleh Prabu Siliwangi kepada anaknya Pengeran Walangsungsang untuk mentadbir di kawasan Cirebon-Majalengka/kerajaan Pakungwati.

Hujjah kedua secara nasab. Sultan dari kerajaan Cirebon dan Banten adalah ‘trah’ dari Prabu Siliwangi dari istri Nyi Subang Larang. Dimana Raja/Sunan Gunung Djati/Raden Syarif Hidayatullah adalah cucu dari raja Prabu Siliwangi, yaitu anak kepada putrinya yang bertana Nyi Mas Lara Lantang yang berkawin denga Syarif Abdullah.

Hujjah ketiga, bahwa batu/kursi tempat dilantiknya seseorang menjadi raja yang terdapat di Pakuan Pajajaran diambil dan dibawa ke banten dalam rangka mengokohkan bahwa raja-raja/sultan Banten juga adalah pewaris dari raja yang sah dari keturunan Prabu Siliwangi.

Symbol batu tersebut sama seperti hadits al-aimmatu min quraish” dalam konteks sultan-sultan dari dinasti-dinasti Islam.

Kesinambungan kerajaan Pajajaran kepada Kesultanan Banten atau Cirebon sama persis seperti kesinambungan kerajaan Tarumaneagara kepada kerajaan Sunda/Galuh.

Jadi usaha terputusnya Pajajaran ke Banten dan Cirebon sebagai usaha memutuskan Islamisasi di kawasan Sunda tersebut juga hendak menunjukkan bahwa “Islam adalah Sundan dan Sunda adalah Islah” adalah mitos.

Artinya ada upaya untuk menghidupkan kembali paham animisme atau agama pagan dengan menunjukkan keberkesanan adanya khazanah/pusaka yang wujud dalam kebudayaan Sunda Baduy, yakni nilai-nilai Sunda Wiwitan yang setara dengan nilai-nilai agama.

6. Cerita bahwa masyarakat Sunda Baduy yang masih memegang agama Sunda Wiwitan yang tersebar di Lebak, Kuningan, Galunggung, Bandung Selatan atau Cimahi  untuk diapresiasi sebagai salahsatu kepercayaan sebanarnya adalah usaha “deislamisasi” terhadap masyarakat sunda yang terintegral jati dirinya kepada Islam.

Atau juga bahwa masyarakat Sundah Baduy yang masih mengekalkan nilai-nilai Sunda Wiwitan dengan menyatakan bahwa sunda mempunyai falsafah dan kosmologi sendiri sebenarnya mereka adalah rakyat Pajajaran mengundurkan diri ke pedalaman hutan-hutan di kawasan Sunda (lihat cerita Parakhyangan) yang sudah tersentuh dengan Islam tetapi tidak secara kaffah.

Ini juga boleh dikaitkan dengan adanya sebagian pengawal/tentara-juga masyarakat yang tinggal-berjaga-jaga di ujung kulon pada masa Pajajaran, tetapi terputus setelah dikalahkan Banten.

7. Ada usaha membumihanguskan/menutup-nutupi peranan para tokoh/mubaligh-mubaligh lokal yang tersebar di kawasan Sunda, seperti nama-nama; Kean Santang, Walangsungsang, dengan menyatakan bahwa mereka bukan Islam. Atau setidaknya dari segi peranan penyebaran di pedalaman kawasan Sunda, dengan menyatakan bahwa peranan mereka sangat kecil (dikecilkan).

 

* Dr. Malki Ahmad Nasir adalah Dosen di UNIVERSITI SAINS ISLAM MALAYSIA

** Dipresentasikan pada Seminar dan Bedah Jurnal Islamia Vol. 7, yang diselenggarakan oleh Islamic Studies Forum for Indonesia (ISFI), Sabtu, 3 November 2012, IIUM, Gombak, Selangor, Malaysia (dengan sedikit perubahan)

 


1 Komentar

  1. p.sukandar mengatakan:

    saya sangat bersyukur dan bertrima kasih bynk
    kepada.MBAH RIJI atas bantuan no.ghoib/ritualnya“4D( 2661)`
    alhamdulillah benar-benar tembus~~~
    berkat bantuan MBAH saya bisa melunasi utang2 keluarga saya
    dan hanya rasa trimakasih yg tak terhingga yg bisa saya ucapkan kpd MBAH RIJI
    Inza allah KI tuhan akan membalas atas semua kebaikan MBAH
    Ini info buat sahabat yg lagi kesulitan masalah ekonomi
    terlilit utang atau mau cari modal dengan singkat melalui jalan togel
    HUB; NO MBAH RIJI;_082 388 362 128_jgn di sms hub. lansung.
    saya sebagai saksi hidup beliau dan bukti nyata MBAH RIJI
    yg punya room terima kasih assalamu alaikum

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Terpopuler

%d blogger menyukai ini: