ISFI online

Beranda » Reportase » 11 September Berbalik Menjadi Kemenangan Dakwah

11 September Berbalik Menjadi Kemenangan Dakwah

shamsiDalam dialog bersama pelajar Indonesia di Malaysia, Ust Shamsi Ali bercerita tentang Islam di Amerika. Dalam dialog yang diistilahkannya “berbagi cerita”, secara khusus beliau menjelaskan bahwa berbanding sebelum 11 september Islam pasca itu maju lebih pesat. Menurut beliau diperkirakan lebih kurang 4000 orang masuk Islam setiap tahunnya.

Tentu muncul pertanyaan kenapa 11 September yang dianggap sebagai klimaks perang image antara Barat dan Islam atau kuburan bagi Islam di Amerika, justru melahirkan natijah yang berbalik. Jawabannya karena orang Barat, Amerika secara khususnya, mempunyai rasa ingin tau yang sangat besar, atau biasa dikenal curious. 11 September tidak hanya menggemparkan dunia, tapi juga menimbulkan penasaran pada orang Barat tentang Islam. Karena Islam dituduh dalang peristiwa ini, maka Islam jadi terkenal dan orang bertanya-tanya apa itu Islam sebenarnya. Kenapa sedemikian “nekad” orang-orangnya.

“orang Barat jadi pengen tau, apa benar Islam mengajarkan terorisme. Nah, mereka pun mencari tau tentang Islam. Bayangkan pada tahun itu situs jualbeli online Amazon mencatat angka pembelian al-Quran tertinggi, bahkan stoknya habis” papar Ust. Shamsi Ali. Beliau menambahkan ada orang Amerika yang sampai habis mempelajari Al-Quran karena dorongan rasa taunya. Alih-alih ia menemukan kata terorisme dalam Al-Quran, ia malah jatuh hati pada Islam dan akhirnya menjadi Muslim.

Faktor yang kedua, yang menjadi pendorong adalah interaksi langsung orang Amerika dengan Muslim. Orang barat sebenarnya sangat friendly, sangat mengeskresikan sikap penerimaan mereka kepada orang yang berinteraksi dengan mereka. Sikap menerima pada orang Amerika ini yang dimanfaatkan Muslim dengan berinteraksi dengan mereka. Interkasi berterusan mengenalkan mereka bagaimana akhlak muslim sebenarnya, tanpa mereka diajari apa itu Islam. Akhirnya mereka sendiri yang berkesimpulan bahwa tidak mungkin Muslim yang meledakkan gedung WTC. Itu pasti orang Islam yang tidak mengerti Islam. Akhirnya nama Islam terbersih dengan sendiri.

Menariknya, orang-orang Amerika yang masuk Islam pasca 11 September berasal dari kalangan terdidik dan profesional. Mereka masuk Islam setelah proses menggali dan mendalami. Artinya keislaman mereka memang lahir dari kesadaran.

Imam Shamsi Ali menceritakan pengalaman seorang perempuan peniliti Yahudi. Perempuan ini kerjanya mengkaji Islam, di Shifa University, semacam IAIN nya orang Yahudi. Empat bulan ia mempelajari Al-Quran, pasca mendengar 3 ayat Al-Quran yang Ust. Shamsi Ali bacakan di Ground Zero ketika diundang Presiden George W Bush sebagai wakil Muslim. Ia mengatakan bahwa setiap kali ia mempelajari Al-Quran ia mendapatkan ketenangan. Semakin ia paham dengan Islam dan semakin ia yakin, ia pun masuk Islam. Setelah masuk Islam ia konsisten sebagai muslim dan memakai jilbab. Kedudukan yang penting membuat Shifa University tidak mau memberhentikannya. “Ia satu-satunya wanita muslim berjilbab di pusat kajian Yahudi itu” ungkap Ust. Shamsi Ali.

Tantangan

Perkembangan Islam di Amerika memang menggembrakan. Tetapi perkembangan ini bukan tanpa tantangan. Diantara tantangannya adalah belum adanya dakwah yang sistematis. Kebanyakan orang Amerika yang convert ke Islam karena pencarian, dan sifatnya personal.

Diantara tantangan lainnya adalah belum tersedianya lembaga pembinaan muallaf. Banyak muallaf yang kembali keluar Islam karena ketiadaan lembaga seperti ini. Mualaf-mualaf yang masuk Islam setelah proses rehabilitasi cenderung ditimpa kegoncangan. Lembaga pembinaan seperti ini dibutuhkan untuk mengkokohkan pemaham agama pada mereka.

Tantangan seterusnya adalah belum lahirnya dai-dai dari orang Amerika sendiri. Masih sangat sedikit. Islam di Ameririka masih identik dengan agama pendatang. Karena orang Islam di Amerika memang mayoritas para imigran seperti dari Arab, India, Pakistan, Bangladesh ataupun Afrika. Maka muslim Amerika memang dituntut tidak inklusiv. Menurut Ust. Shamsi Ali, agar dakwah maju memang idealnya orang Amerika sendiri yang mendakwahkannya. Tapi ini proses yang panjang. “Orang Amerika yang tampil menjadi warga Amerika yang baik dengan berkontribusi pada bidang kehidupan yang dipakarinya, akan menjadi dakwah yang sangat menjanjikan” ungkap beliau.

Peluang

Dalam bagian ini, Ust. Shamsi Ali menyebut bahwa peluang dakwah di Amerika dan dunia Barat lainnya sangatlah cerah. Ini karena perubahan dunia kini dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi yang sangat pesat. Kemajuan ini ditandai dengan tiga ciri: 1) kecepatan 2) interconected (saling terhubung) 3) kompetensi (persaingan).

Jika dalam tiga aspek ini umat Islam bisa berjalan atau bersama-sama berlari dengan Barat maka tidak menutup kemungkinan akan “menang”. Dalam tiga aspek ini umat Islam harus unggul untuk bisa menang dalam perang image yang masih terus berlangsung. Karena sebenarnya yang berlaku adalah perang image. Barat menggambarkan Islam dengan keterbelakangan, bodoh, suka berperang, tak bisa damai, tidak melek sains, dll. Jika image-image ini bisa dipatahkan dengan karya nyata, maka akan menjadi senjata untuk Islam. Mereka akan berpikir “berarti gak benar apa yang disampaikan oleh media tentang islam” “berarti media gak benar nih”.

Di akhir dialog beliau menekankan tentang pentingnya persatuan. Jika negara-negara Islam bersatu, 6 saja contohnya, maka Amerika akan berpikir ulang untuk kembali menjadi backing Israel. Tapi faktanya tidak, ada negara Islam yang lebih takut dengan negara Islam lainnya berbanding dengan negara Israel. Sumber masalahnya kenapa harus bersaing sesama negara Islam? Inilah pertanyaan dan Inilah isyarat bahwa urusan rumah tangga Muslim masih banyak yang harus diselesaikan agar Islam Dzahir di bumi ini. Wallahu ‘alam (RI)


Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Terpopuler

%d blogger menyukai ini: