ISFI online

Beranda » Kajian

Category Archives: Kajian

Pemimpin Non Muslim Dalam Pandangan Ulama

Oleh: Dr. Syamsuddin Arif

Akhir-akhir ini sering muncul pertanyaan di masyarakat mengenai boleh tidaknya umat Islam mendukung calon bupati, walikota, atau gubernur non-Muslim. Silang pendapat antara kelompok yang berbeda kepentingan pun terjadi. Yang melarang berpegang pada ayat al-Qur’an surat al-Māʾidah ayat 51 (“Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali-wali-mu”) dan surat an-Nisāʾ ayat 144 (“Janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai wali-wali, seraya meninggalkan orang-orang beriman”). Sementara yang membolehkan tak mau kalah. Tafsir aṭ-Ṭabarī dan Ibn Katsīr dirujuk lantas menyimpulkan kata “awliyāʾ” dalam ayat di atas artinya bukan pemimpin, tetapi sekutu atau aliansi, sehingga yang dilarang itu bersekutu dan beraliansi dengan orang kafir, bukan mengangkat mereka sebagai pemimpin. Namun, benarkah begitu? (lebih…)

Tanpa Islam Semuanya Hampa

Oleh: Dr. Muntaha

Suatu hari Aisyah RA gundah saat memikirkan salah satu kerabatnya, salah satu tokoh Quraisy keturunan bani Tamim bin Murrah, ‘Aisyah RA selalu mengenang betapa mulianya beliau ini, betapa tidak, tatapan mukanya yang begitu meneduhkan, uluran tangan belas kasihnya telah membuat hati siapapun akan tertaut mencintainya, orang-orang yang tak berpunya senantiasa berduyun-duyun datang demi mendapatkan orang yang akan kegelisahan dan keperitan hidupnya, yang kelaparan akan datang berbondong untuk menghilangkan haus dan dahaganya menemui tokoh besar ini, dialah Abdullah bin Jud’an, seorang tokoh Quraisy yang sangat dermawan dan berbudi yang sangat luhur, menjadi kebanggaan bani Tamim tak terkecuali Aisyah RA pun kagum dengan budi baiknya.

Al-Imam an-Nawawi di dalam bukunya al-Minhaj, (lebih…)

Sejarah Sistematisasi Hukum Islam

images

Oleh: A. Wafi Muhaimin

Pemikir besar hari ini adalah mereka yang menghargai warisan masa lampau. Karena jika mereka tidak merawat “al-Muhafadzah ‘ala al-Qadim al-Shaleh”, maka mereka akan mengalami pemiskinan intelektual.

Dalam sejarahnya, perumusan hukum Islam telah mengalami proses panjang dan evolusi dari masa ke masa. Semarak keilmuan masa lalu telah menjadi warisan termahal untuk generasi selanjutnya. Khazanah turats menjadi rujukan paling absah untuk mengajarkan umat Islam menelusuri mozaik intelektualitas pendahulunya. Maka, disinilah warisan sejarah itu harus di baca ulang, di kaji, dan di racik kembali untuk memenuhi tuntutan zaman. (lebih…)

Filosofi Hadiah dan Hidayah

hidayah

Oleh: Rahmat Hidayat*

KATA hadiah dan hidayah tentu tidak asing lagi bagi kita, tetapi barangkali, tidak banyak yang mengetahui lebih dalam makna batin (inward) dan hubungan antara keduanya. Pada hakikatnya, kata hadiah dan hidayah adalah bersumber dari akar kata yang sama, yaitu hadā-yahdī dan ahdā-yuhdī. Hadiah dan hidayah tidak terlepas (lebih…)

Hari ini masih mengkaji Ibnu Sina, buat apa?

sinaIbnu Sina telah pergi meninggalkan kita lebih 1000 tahun lalu. Apa pentingnya bagi kita? Sekadar euphoria atau nostalgila? 

* * *
Pemikiran orang-orang besar memang senantiasa menarik dan memberikan inspirasi kepada kita. Hal ini berlaku di mana-mana. Orang Cina masih memetik hikmah daripada K’ung-fu-tzu alias Confucius yang mati sejak 2500 silam. Para ilmuwan Eropa masih merujuk karya-karya klasik demi secercah petunjuk.

Itulah sebabnya mengapa Universitas Harvard menerbitkan (lebih…)

Peran al-Qur’an dalam Pengislamisasian Bahasa Arab

Oleh: Rahmat Hidayat Zakaria

MASYARAKAT Arab secara natural mempunyai kemampuan tinggi dalam bidang sastra—terutama puisi. Bakat ini telah diwarisi oleh nenek moyang mereka semenjak ratusan tahun sebelum datangnya Islam. Kualitas sastra yang mereka gunakan sangat tinggi dan mendalam, sehingga mampu membuat orang terpesona akan keindahan gaya bahasanya.

Dalam suasana masyarakat Arab yang begitu terkenal dengan bahasa dan sastranya, Allah menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad sebagai dasar ajaran dan syari‘at untuk makhluk seluruh alam. Al-Qur’an diturunkan berbahasa Arab dan mempunyai kekuatan serta keindahan bahasa dan sastra sehingga ia mampu melampaui kehebatan bahasa dan sastra Arab ketika itu. Inilah yang membuat Prof al-Attas semakin menguatkan, bahwa bahasa Arab telah dibebaskan melalui proses Islamisasi. Bahkan, beberapa leksikologis dari Orientalis Barat berasumsi, bahwa pada saat al-Qur’an diwahyukan di tanah Arab, bahasa Arab akhirnya mengalami proses perubahan yang sangat drastis. (al-Attas, The Concept of Education in Islam, 1999, 8-9).

Islamisasi bahasa telah dilakukan ketika pertama kali al-Qur’an diwahyukan.Islamisasi tersebut akhirnya mempengaruhi Islamisasi pemikiran dan akal. (lebih…)

Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia; Sebuah Tinjauan

Oleh: Wafi Muhaimin

Sejarah Hukum Islam di Indonesia

Pada masa awal mula Islam masuk ke Nusantara, yaitu pada abad I H. atau abad VII M.[1] yang dibawa oleh pedagang-pedagang Arab, Islam menjadi hukum resmi negara dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini seiring dengan berdirinya kesultanan-kesultanan/ kerajaan-kerajaan seperti kerajaan demak dan lain sebagainya. Dan beberapa ahli mengatakan bahwa hukum Islam yang berkembang di Indonesia adalah becorak Syafi’iyah. Diantaranya:

Pada pertengahan abad ke XIV M. muncul tokoh seperti sultan Malikul Zahir dari samudera pasai. Lalu pada abad ke XVII muncul Nuruddin ar-Raniri yang mengarang kitab Shirath al-Mustaqim[2], Jawahir al-‘Ulum fi Kasf al-Ma’lum, Kaifiyat al-Shalat, dan Tanbih al-Awm fi Tahqiq al-Kalam fi an-Nawafil. Juga muncul pada abad ini Abd al-Rauf as-Sinkili, yang dianggap termasuk mujtahid Nusantara, dengan karyanya “Mir’at al-Thullab fi Tasyi al-Ma’rifah al-Ahkam al-Syar’iyah li al-Malik al-Wahhab”.

Selanjutnya pada abad ke XVIII muncul syekh (lebih…)