ISFI online

Beranda » Opini

Category Archives: Opini

Mengurai Peran Ulama’ dalam Politik Era Modern

islam-religion-politicsOleh: Imanuddin Abil Fida*

Sebuah makalah dari saudara Ali Rakhman yang bernada pertanyaan sangatlah menarik untuk disikapi melalui sebuah makalah juga. Tulisan yang diawali dengan pertanyaan, “Ulama Berpolitik, Haruskah?” dan nampaknya diakhiri dengan jawaban sendiri oleh penulis adalah pemaparan ide cukup baik dalam menanggapi isu ulama dan politik. Dalam pemaparannya, Rakhman tidak menyangkal adanya anggapan bahwa dunia politik sekarang identik dengan sarang korupsi, kelicikan dan gila kekuasaan. Jika hal tersebut dianggap fakta, maka ia menawarkan dua wacana, (lebih…)

Iklan

Haruskah Ulama Berpolitik?

kampanye-politikOleh: Ali Rakhman*

Dunia perpolitikan hari ini, khususnya politik yang berafiliasi dalam PARTAI, dianggap sebagai tempat yang kotor, jijik, sarang korupsi, tempat berkumpulnya orang-orang yang licik, gila kekuasaan dan lain-lain. Terjun kedunia politik sama saja dengan menceburkan diri kelaut maksiat.

Ya, benar, pernyataan ini tidak bisa dibantah, karena memang fakta. Sebab itu ramai orang yang menyerukan agar menjauh dari dunia politik. Para ulama, juga disarankan, jika segan untuk mengatakan diharamkan, agar jangan menyentuh dunia politik. Konon akan menjatuhkan marwah dan wibawa mereka. Jadi, dalam konteks ini, kemuliaan dan kesucian para ulama diukur dengan ‘berafiliasi atau tidaknya mereka’ kedalam dunia politik. (lebih…)

Budi Utomo Bukan Pelopor Kebangkitan Bangsa

budi-utomo“Bila Sejarawan mulai membisu, hilanglah kebesaran masa depan generasi bangsa” Ahmad Mansur Suryanegara

Semua pelajar di Indonesia pasti hafal bahwa tanggal dua puluh bulan Mei merupakan salah satu tonggak kebangkitan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah. Berbagai buku sejarah yang diajarkan mulai dari SD sampai SMA banyak memuat tema Kebangkitan Nasional dengan Budi Utomo sebagai pelaku utama dan pertama. Budi Utomo yang dicetuskan pada 20 Mei 1908 diklaim sebagai sebuah organisasi yang dianggap membangkitkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia untuk melawan penjajah.

Klaim tersebut terus tumbuh dan berkembang di seluruh alam pikiran bangsa Indonesia. Bahwa Budi Utomo (BU) adalah organisasi yang terlahir dari beberapa siswa School Tot Opleiding Van Indische Artsen (STOVIA) yang dipimpin oleh dr. Soetomo bersama dua rekannya yang lain pastilah menjadi bahan hafalan dalam pelajaran sejarah. Pengaruh organisasi ini begitu meluas (lebih…)

Babak Baru Generasi Noe-Sophist

thinkingOleh: Edi Kurniawan

Baru-baru ini sebuah kuliah Pluralisme Agama dalam bentuk seri mingguan diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang menyematkan dirinya dengan ‘Jaringan Islam Liberal’ di kawasan Utan Kayu, Jakarta. Kuliah ini dihadiri oleh para mahasiswa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, terutama yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sementara sang guru adalah aktifis organisasi tersebut yang selama ini banyak menyebarkan faham-faham yang ‘nyeleneh’ di tanah air.

Setiap peserta diwajibkan menulis sebuah artikel dengan tema Pluralisme Agama sebagai syarat kelulusan yang dipublikasikan melalui situs organisasi tersebut. Dalam sebuah artikel, dengan sangat lugu seorang peserta (lebih…)

Mass Brainwashing di Balik Miss World

timthumbOleh: Abdullah Al-Mustofa

Ajang Miss World 2013 yang sudah diagendakan akan diadakan di negara yang penduduknya mayoritas Muslim sekaligus memiliki penduduk Muslim terbesar jumlahnya di dunia (Indonesia)  menimbulkan penolakan keras dari para tokoh dan lembaga Islam seperti Majelis Ulama Indonesia.

Penolakan dari para tokoh dan lembaga Islam itu memang wajar, logis dan tepat, karena event Miss World – meskipun dibungkus dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan ada wacana bikini diganti kebaya –  tetaplah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, serta agama, budaya dan adat istiadat mayoritas bangsa Indonesia

Fenomena Merendahkan Harkat Martabat Wanita

Miss World dan segala ajang sejenis dari tingkat lokal hingga internasional semua mempunyai satu kesamaan, sama-sama menilai kecantikan wajah dan semua segi penampilan fisik wanita.

Barat dan mereka yang mengekor Barat menjadikan dan memperlakukan penampilan fisik wanita sebagai komoditas. Kontes-kontes kecantikan (lebih…)

RUU Santet dan Respon Fikih

Oleh: Wafi Muhaimin

Saat ini DPR sedang menggodok RUU KUHP yang salah satu pasalnya mengatur tentang ilmu hitam atau santet, yaitu Pasal 293 yang bunyi:

(1) Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan harapan, menawarkan, atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV (300 juta rupiah).

(2) Jika pembuat tindak pidana sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, maka pidananya dapat ditambah.

(lebih…)

RUU Santet Tidak Perlu Diperdebatkan

Oleh: Imanuddin Abil Fida

Jam 3 sore itu, Suhadi, 46 tahun, melintas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa Konang, Pamekasan Madura ketika secara tiba-tiba ia diserang oleh Saf, 41 tahun, dengan celurit yang sudah disiapkan. Nyawa Suhadi tak tertolong lagi, dan ia tewas di RSU Pamekasan akibat kehabisan darah. Kejadian pada hari Rabu, 18 Januari setahun lalu itu disinyalir bermula dari kecurigaan Saf bahwa Suhadi telah menyantet adik perempuannya yang mengalami sakit mencurigakan sebelum meninggal, perutnya kembung walau ia sedang tidak hamil.

Tuduhan santet atau mempunyai santet juga tidak lagi mengindahkan hubungan kekeluargaan. Ahmad Saeri, 45 tahun, contoh konkritnya. (lebih…)