ISFI online

Beranda » Ringkasan Talk

Category Archives: Ringkasan Talk

Kecenderungan Beragama Dalam Sejarah Manusia (2)

Keruntuhan teori para penulis Barat abad 18

Belum sampai abad 18 berakhir, Barat mulai membuka mata dan mencoba untuk mengoreksi pandangan mereka tentang pemikiran beragama. Pandangan yang populer di Eropa terbukti kesalahannya ketika orang Eropa banyak melakukan perjalanan dan berkenalan dengan budaya-budaya dan agama lain. Mereka berkesimpulan bahwa pemikiran keberagamaan adalah sesuatu yang common pada setiap komunitas manusia, di masa dahulu ataupun sekarang, meskipun terdapat perbedaan tingkatan kemajuan yang dialaminya.

Dengan ini terbukti bahwa pada setiap perbadaban manusia, pemikiran keberagamaan lebih awal munculnya atas pemikiran material murni. Agama juga bukan rekayasa orang-orang cerdik yang dibentuk karena kondisi (lebih…)

Kecenderungan Beragama Dalam Sejarah Manusia (1)

Sejak kapan pemikiran keberagamaan muncul di muka bumi? Apakah pemikiran keagamaan lebih dahulu ada atas peradaban materi, atau ia muncul setelahnya, atau bersamaan?

Ada berbagai teori yang mengemuka terkait ini. Beberapa penulis pada abad 18, yang menjadi pembentang jalan atas revolusi Francis, berpendapat bahwa agama-agama dan undang-undang adalah fenomena atau gejala baru yang muncul dalam sejarah kemanusiaan.

Voltaire mengatakan, manusia telah berabad-abad lamanya dalam dunia materi semata,  dengan soko gurunya: pertanian, memahat, bangunan, mengelola besi-baja, dan perkayuan, sebelum kemudian berpikir tentang masalah-masalah agama dan spiritualitas. (lebih…)

Antara Agama dan Filsafat (2)

Lebih lanjut tentang perbedaan agama dan filsafat diterangkan oleh filosuf Ibnu Sina. Ia berpandangan bahwa, walaupun agama dan filsafat mempunyai definisi yang sama terhadap term kebaikan dan kebenaran, akan tetapi perhatian masing-masing terhadap dua term tersebut berbeda.

“Dari ajaran-ajaran Tuhan (agama) disadur prinsip-prinsip praktikal kebijaksanaan serta batasan-batasannya secara sempurna. Adapun terhadap teoritis kebijaksanaan, agama hanya berperan ‘mengingatkan’ dan memberikan ruang luas kepada rasio untuk mencapainya untuk digunakan sebagai hujjah bertindak”. ( Ibnu Sina, Risalah At-Tabiiyat) (lebih…)

Antara Agama dan Filsafat (1)

Jika diteliti, ada beberapa kesamaan(kesatuan) yang dimiliki berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, ilmu agama dan ilmu filsafat. Bukankah kajian filsafat, sendirinya, adalah hal-hal yang menjadi objek kajian agama? Yaitu tentang sumber eksestensi manusia dan tujuannya, tentang mencari jalan menuju kepada kebahagiaan, dsb. Walaupun ada kesamaan objek kajian antara agama dan filsafat, namun natijah yang dihasilkan tidak selamanya sama, berikut solusi yang dikenalkan oleh masing-masing terhadap permasalah kajiannya.

Adanya kesamaan dan perbedaan dalam berbagai sisi ini, membuat kita susah untuk menyimpulkan satu hukum umum yang bisa menyatukan keduanya sebagai sebuah disiplin ilmu dan pada saat yang sama tidak bisa juga untuk memisahkan keduanya secara total. (lebih…)

Seperangkat Nilai Sebagai Agama

Disadari atau tidak, manusia dalam kehidupannya, tidak terlepas dari seperangkat nilai yang menjadi pijakan dalam setiap tindakannya. Jika mengikut kepada pendapat Salomon Reinach yang menyatakan bahwa inti agama adalah puncak perhatian(ultimate concern), sekumpulan aturan-aturan yang membatasi kebebasan perilaku seseorang, maka paham-paham atau ideologi yang membawa nilai-nilai tertentu, bisa dimasukkan dalam list agama-agama.

Dengan adanya kelonggaran dalam mendifinisikan agama, sebagaimana dicontohkan oleh Reinach, maka akan ada kehatian-hatian dan kritis terhadap paham-paham yang sekarang banyak digaungkan dengan klaim ia membawa nilai-nilai yang universal. (lebih…)

Menjadi Muslim Kritis

“The imitation, individually and socially, of modern Western mode of life by Muslims is undoubtedly the greatest danger for the existence or rather the revival of Islamic civilization.” [Muhammad Asad]

Kecenderungan masyarakat untuk menelan mentah-mentah teori-teori impor dari barat tanpa memilih, meneliti, dan mengkritisi merupakan ancaman bagi eksistensi agama. Ideologi-ideologi baru yang bertolak belakang, dan sememangnya tidak mungkin dipertemukan, kemudian coba untuk dipaksakan kedalam Islam. (lebih…)

Agama dan Akhlak

Falsafah hidup barat yang cenderung untuk memisahkan manusia dari agama, menjauhkan manusia dari Tuhan, tergambar dalam teory utilitarianisme-nya Jeremy Bentham dan John Stuarmill. Teori ini menempatkan manusia, baik itu individu atau kelompok, di atas segala-galanya, dan pada saat yang sama mengesampingkan agama ataupun Tuhan.

Segala sesuatu, termasuk ‘kebaikan’ (moral/ethics, dalam Islam: akhlak) diukur dari sisi apakah sesuatu itu membawa manfaat atau tidak bagi manusia. Jika sesuatu tersebut bermanfaat dalam pandangan manusia maka itulah ‘kebaikan’ sekalipun itu bertentangan dengan hukum Tuhan. (lebih…)